Profil Abdul Wachid
Dari Petani Tebu ke Parlemen, Mengabdi untuk Negeri
Tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk menapaki dunia politik. Kata politik bahkan nyaris tak pernah masuk dalam kamus hidupnya. Namun takdir berkata lain. Dari seorang petani tebu dan pengusaha mandiri, Abdul Wachid kini menjelma menjadi salah satu tokoh politik penting di Jawa Tengah. Bersama sang istri, ia memilih meninggalkan kenyamanan dunia usaha demi pengabdian di dunia politik—demi cita-cita besar memperjuangkan nasib rakyat kecil.
Awal Langkah: Dari Tebu ke Politik
Sebelum dikenal sebagai politisi, Abdul Wachid lebih dulu dikenal sebagai sosok yang vokal memperjuangkan nasib petani tebu. Ia adalah pendiri dan Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), yang dibentuk dari tingkat desa hingga berkembang secara nasional. Ia juga aktif di HKTI Jawa Tengah bersama tokoh nasional seperti Bp. Ismail (mantan Gubernur Jawa Tengah) dan Bp. Siswono Yudo Husodo.
Titik balik hidupnya datang pada 1 Februari 2008. Seusai memimpin rapat petani di Kementerian Pertanian, ia mendapat undangan dari Prabowo Subianto. Dalam pertemuan di Gedung Bidakara, Jakarta, Prabowo mengajaknya mendirikan Partai Gerindra dan memintanya memimpin Gerindra di Jawa Tengah. Meski sempat ragu, dukungan sang istri akhirnya menjadi peneguh langkahnya. Hari itu juga, ia menandatangani kesediaannya sebagai salah satu tokoh pendiri Gerindra.
Merintis dari Nol: Membangun Gerindra di Jawa Tengah
Dalam waktu dua minggu, ia sukses membentuk 29 DPC Gerindra dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Meski sempat diremehkan lawan politik, ia membuktikan kapasitasnya. Salah satu gebrakannya adalah menggandeng KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam kegiatan istighotsah di Jepara, yang menyedot perhatian masyarakat luas.
Menjelang Pemilu 2009, ia bahkan menggelar kampanye akbar di Simpang Lima Semarang, yang saat itu dikenal sebagai tempat “berisiko” bagi partai baru. Ternyata, keberhasilannya mengumpulkan puluhan ribu massa menjadi bukti kekuatannya di lapangan.
Hasil Perjuangan: Kursi Parlemen dan Suara Rakyat
Kerja kerasnya membuahkan hasil:
- 65 anggota DPRD Kabupaten/Kota
- 9 anggota DPRD Provinsi
- 4 anggota DPR RI, termasuk dirinya sendiri
Ia berhasil melenggang ke Senayan pada Pemilu Legislatif 2009 dari Dapil II Jawa Tengah (Jepara, Kudus, Demak), dengan raihan suara sebanyak 43.919 suara.
Riwayat Singkat
Pendidikan
- SD (1968–1974)
- SMP (1974–1977)
- SMA (1977–1980)
Karier Bisnis
- Direktur Utama/Komisaris – PT Sarana Makmur Sejahtera (2009–sekarang)
- Direktur Utama/Komisaris – PT Tiara Mas Abadi (2009–sekarang)
Pengalaman Organisasi
- Ketua Umum – APTRI (2009–sekarang)
- Ketua – HKTI Jawa Tengah (2009–sekarang)
- Ketua – DPD Partai Gerindra Jawa Tengah (2008–2015)
Penghargaan
- Penghargaan Swasembada Gula Nasional – dari Presiden RI (2004)
- Penghargaan IKAGI World Bandung – dari IKAGI (2004)
Penutup: Pengabdian yang Tak Berhenti
Abdul Wachid bukanlah politisi yang tumbuh dari panggung kekuasaan. Ia lahir dari jerih payah rakyat dan tumbuh bersama mereka. Dari sawah hingga Senayan, perjalanannya adalah bukti bahwa politik yang bersih, tulus, dan berpihak pada rakyat adalah mungkin. Baginya, perjuangan belum usai. Politik bukan tujuan, melainkan alat untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
